MERANCANG TOPOLOGI JARINGAN

A. Pengetahuan Dasar Konsep Desain Jaringan

 
topologi jaringan

Sebelum membangun sebuah jaringan komputer, perlu menentukan desainnya terlebih dahulu sesuai kebutuhan yang telah diidentifikasi. Desain tersebut juga merupakan faktor utama dalam menentukan besar dana yang harus dikeluarkan dalam pembangunan sebuah jaringan komputer.
Perencanaan dari desain jaringan komputer maupun relokasi ini tentunya disesuaikan dengan tata letak ruangan atau tempat dimana akan diinstal jaringan. Sehingga antara desain jaringan komputer dengan desain interior ruang tetap serasi dan tidak saling merusak. 
Hal-hal yang harus diperhatikan ketika menentukan konsep desain jaringan: 

1. Memilih Hardware Jaringan


Berikut adalah beberapa perangkat keras pada jaringan komputer yang harus dipilih: 
Network Interface Card (NIC) 
Switch/Hub 

2. Memilih sistem Operasi 

Berikut ini beberapa sistem operasi yang dipilih: 
Sistem Operasi Server 
Sistem Operasi Client 

3. Merakit Jaringan Komputer 

Setelah menentukan atau mempersiapkan berbagai hardware dan desain yang akan digunakan. Langkah selanjutnya adalah merakit sebuah jaringan komputer. Unutk merakit sebuah jaringan komputer, langkah pertama kali adalah merakit kabel dan perangkat hardware lainnya yang nantinya akan berhubungan dengan sebuah jaringan komputer tersebut.

B. Jaringan untuk Kebutuhan Bisnis 


Di pergulatan bisnis, network atau jaringan itu benar-benar sebuah kebutuhan. Mengapa demikian? Pertanyaan itu bertumpu pada prinsip dasar dan utama di domain usaha atau bisnis adalah interaksinya unit bisnis dengan pasar atau dalam bahasa lebih lugas adalah bertemunya tujuan produsen dengan tujuan konsumen melalui transaksi sebagai target akhir. Tidak mungkin bisnis akan tetap eksis, jika tidak ada transaksi.
Network dibutuhkan tidak hanya untuk di lingkungan internal, tetapi juga di lingkungan eksternal. Network internal dimaksudkan untuk menjaga, memelihara dan membangun spirit kebersamaan dan saling tergantung. Sementara itu, network eksternal juga sangat strategis bagi perusahaan. Membangun network dengan pihak luar adalah tidak jauh esensinya dengan membangun network di lingkup internal yakni sama-sama ingin menyatukan energi agar menjadi lebih kuat.
 

C. Topologi Jaringan dan Jenisnya

Topologi Jaringan atau arsitektur jaringan adalah gambaran perencanaan hubungan antar komputer dalam Local Area Network yang umumnya menggunakan kabel (sebagai media transmisi), dengan konektor, ethernet card, dan perangkat pendukung lainnya. 
Ada beberapa jenis topologi yang terdapat pada hubungan komputer pada jaringan lokal area, seperti: 

1. Topologi Bus 

Topologi ini merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup, di mana di sepanjang kabel terdapat node-node. Signal dalam kabel dengan topologi ini dilewati satu arah sehingga memungkinkan sebuah collision terjadi. 

Keuntungan: 
• Murah, karena tidak memakai banyak media dan kabel yang dipakai banyak tersedia di pasaran. 
Setiap komputer dapat saling berhubungan secara langsung. 

Kerugian:
• Sering terjadi hang/crass talk, yaitu bila lebih dari satu pasang memakai jalur di waktu yang sama, harus bergantian atau ditambah relay. 

2. Topologi Ring 

Topologi jaringan yang berupa lingkaran tertutup yang berisi node-node. Signal mengalir dalam dua arah sehingga dapat menghindarkan terjadinya collision sehingga memungkinkan terjadinya pergerakan data yang sangat cepat. 
Semua komputer saling tersambung membentuk lingkaran (seperti bus tetapi ujung-ujung bus disambung). Data yang dikirim diberi address tujuan sehingga dapat menuju komputer yang dituju. Tiap stasiun (komputer) dapat diberi repeater (transceiver) yang befungsi sebagai: 

a. Listen State 

Tiap bit dikirim kembali dengan mengalami delay waktu. 

b. Transmit State 

Bila bit yang berasal dari paket lebih besar dari ring maka repeater akan mengembalikan ke pengirim. Bila terdapat beberapa paket dalam ring, repeater yang tengah memancarkan, menerima bit dari paket yang tidak dikirimnya harus menampung dan memancarkan kembali. 

c. Bypass State 

Berfungsi untuk menghilangkan delay waktu dari stasiun yang tidak aktif. 

Keuntungan: 

• Kegagalan koneksi akibat gangguan media dapat diatasi lewat jalur lain yang masih terhubung. 

• Penggunaan sambungan point to point membuat transmission dapat diperkecil. 

Kerugian:

• Data yang dikirim, bila melalui banyak komputer, transfer data menjadi lambat. 

3. Topologi Star 

Karakteristik dari topologi jaringan ini adalah nde (station) berkomunikasi langsung dengan station lain melalui central node (hub/switch), traffic data mengalir dari node ke central node dan diteruskan ke node (station) tujuan. Jika salah satu segmen kabel putus, jaringan lain tidak akan terputus. 

Keuntungan: 

• Akses ke station lain (client atau server) cepat. 

• Dapat menerima workstation baru selama port di centralnode (hub/switch) tersedia. 

• Hub/switch bertindak sebagai konsentrator. 

• Hub/switch dapat disusun seri (bertingkat) untuk menambah jumlah station yang terkoneksi di jaringan. 

• User dapat lebih banyak dibanding topologi bus maupun ring. 

Kerugian: 

• Bila traffic data cukup tinggi dan terjadi collision, maka semua komunikasi akan ditunda, dan koneksi akan dilanjutkan dengan cara random, apabila hub/switch mendeteksi tidak ada jalur yang sedang dipergunakan oleh node lain. 

4. Topologi Daisy-Chain (Linear) 

Topologi ini merupakan peralihan dari topologi Bus dan topologi Ring, di mana tiap simpul terhubung langsung ke dua simpul lain melalui segmen kabel, tetapi segmen membentuk saluran, bukan lingkaran utuh. Antar komputer seperti terhubung secara seri. 

Keuntungan: 

Instalasi dan pemeliharaannya murah. 

Kerugian: 

Kurang andal (tidak sesuai dengan kemajuan jaman). 

5. Topologi Tree/Hierarchical 

Tidak semua stasiun mempunyai kedudukan yang sama. Stasiun yang kedudukannya lebih tinggi menguasai satsiun di bawahnya, sehingga jaringan sangat tergantung pada stasiun yang kedudukannya lebih tinggi (hierachical topology) dan kedudukan stasiun yang sama disebut peer topology.  

6. Topologi Mesh dan Full connected 

Topologi jaringan ini menerap hubungan antarsentral secara penuh. Jumlah saluran yang harus disediakan unutk membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral dikurangi 1 (n-1, n = jumlah sentral). Tingkat kerumitan jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral yang terpasang. Di samping kurang ekonomis juga relatif mahal dalam pengoperasiannya. 

Topologi Mesh ini merupakan teknologi khusus (ad hock) yang tidak dapat dibuat dengan pengkabelan, karena sistemnya yang rumit, namun dengan teknologi wireless topologi ini sangat memungkinkan untuk diwujudkan (karena dapat dipastikan tidak akan ada kabel yang berseliweran). Biasanya untuk memperkuat sinyal transmisi data yang dikirimkan, di tengah-tengah (area) antar komputer yang kosong ditempatkan perangkat radio (air point) yang berfungsi seperti repeater untuk memperkuat sinyal sekaligus untuk mengatur arah komunikasi data yang terjadi. 

7. Topologi Hybrid 

Topologi ini merupakan topologi gabungan dari beberapa topologi yang ada, yang bisa memadukan kinerja dari beberapa topologi yang berbeda, baik berbda sistem maupun berbeda media transmisinya. 

D. Pemilihan Penggunaan Sistem Kabel atau Wireless 

1. Penggunaan Sistem Kabel

Secara teknis, mekanisme kerja sistem telekomunikasi dengan menggunakan kabel sebagai medium penghantar tidaklah terlalu sulit dipahami. dalam hal ini, suatu alat pemancar (transmitter) mengirimkan sinyal dengan menggunakan Kabel penghubung, yang kemudian akan di respon oleh sebuah alat penerima (receiver) dan selanjutnya mengirimkan kembali (retransmitting) pulsa-pulsa suara capek ngetik dari Google Voice. Dengan ditemukannya serat optical dalam sistem kabel, maka terjadi pula perubahan yang signifikan terhadap sistem telekomunikasi. Serat optik yang dapat mempromosikan suara sebagai penghantar dianggap lebih efisien. Hal ini disebabkan bentuk serat optik yang lebih kecil, kualitas yang baik, dan daya tahan terhadap interferensi.

2. Penggunaan Sistem Nirkabel Atau Wireless Sistem

Hampir sama dengan sistem kabel, wireless system juga membutuhkan suatu alat pemancar atau transmitter untuk memancarkan sinyal atau materi komunikasinya, tetapi dengan jenis dan sistem perangkat elektronik yang berbeda titik perbedaan lainnya yang kedudukannya penting dalam wireless sistem adalah penggunaan antena untuk propagasi kan gelombang elektromagnetik yang bermuatan materi komunikasinya.

E. Cara Menghitung Physical and Financial Constraint

1. Pengertian Teori Kendala (Theory Of Constraint)

Management Constraint atau lebih dikenal dengan Theory of Constraint (TOC) merupakan salah satu teori dalam ilmu manajemen bisnis untuk mencapai laba melalui identifikasi kendala yang dialami oleh perusahaan dan kemudian mencari solusi untuk mengatasi hambatan tersebut.

TOC adalah filosofi manajemen yang pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Elihayu M. Goldratt dalam bukunya “The Goal” pada tahun 1984. TOC kemudian berkembang menjadi salah satu faktor penting dalam ilmu manajemen.

2. Tujuan Teori Kendala (Theory of Constraint)

Untuk dapat mencapai keuntungan perusahaan secara maksimal, sehingga teori ini dalam kajian manajemen berfokus pada peningkatan laba.

3. Konsep Dasar Teori Kendala (Theory of Constraint)

a. Manajemen Fokus Pada 3 Ukuran Kinerja Perusahaan

    • Throughput : Tingkat kemampuan perusahaan menghasilkan uang melalui pemasaran.

    • Persediaan : Biaya perusahaan untuk mengkonversi bahan baku menjadi throughput melalui proses produksi.

     • Biaya Operasional : Semua biaya yang harus dikeluarkan untuk mengubah inventaris menjadi throughput.

b. Mengurangi Persediaan untuk Produk yang Lebih Baik

Manajer yang menginginkan produk berkualitas lebih baik tidak boleh menghasilkan terlalu banyak produk lama. Tujuannya ialah untuk dapat mengatasi hambatan produk lama yang ternyata buruk sehingga tidak dijual di pasaran. Dengan mengurangi inventaris produksi, produk baru dapat segera dilempar ke pasar untuk meminimalkan pesaing yang mengeluarkan produk serupa.

c. Harga Lebih Rendah Dengan Menurunkan Biaya Operasi

Melalui pengurangan biaya operasi dan investasi, margin setiap produk akan meningkat per unit, yang menghasilkan harga yang fleksibel. Harga rendah dapat terjadi jika kondisi persaingan tidak memangkas harga. Ini dapat dicapai dengan persediaan rendah sehingga dapat mengurangi investasi, biaya penyimpangan dan biaya operasi.

d. Respon Yang Lebih Kompetitif

Alat persaingan penting dalam bisnis adalah ketika perusahaan dapat mengirim produk tepat waktu dan mengurangi waktu tunggu untuk memproduksi barang. Jadi manajer kendala di sini memiliki peran untuk memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi barang langsung ke distributor atau konsumen. Ini dapat dicapai dengan mengurangi persediaan karena memungkinkan waktu tunggu aktual yang dapat diamati lebih akurat dan dapat memenuhi pesanan.

4. Tahapan Dasar Teori Kendala (Theory of Constraint)

○ Mengidentifikasi kendala-kendala yang sedang dihadapi oleh perusahaan, baik kendala yang terjadi didalam perusahaan maupun diluar itu. 

○ Memperbaiki kendala tersebut dengan menggunakan sumber daya yang ada

○ Melakukan peninjauan kembali, apakah sudah ada keselarasan atau sebagainya.

○ Melakukan proses perbaikan yang berkelanjutan 

○ Mengevaluasi segala kendala yang ada

Materi selengkapnya : Disini

Tonton juga video penjelasannya : 


Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama