LMS (LEARNING MANAGEMENT SYSTEM)

 Sebuah Istilah Learning Management System atau biasanya disingkat dengan LMS pastinya sering kita dengar akhir-akhir ini terutama selama ada sistem pembelajaran secara jarak jauh selama masa pandemi Covid 19 ini. Jika kita perhatikan dengan baik sistem pada pembelajaran LMS metode pembelajaran yang satu ini memang berkaitan dengan sebuah pembuatan silabus tentang belajar, menyajikan materi dan mengelola pembelajaran dengan cara online. 

Sistem yang disebut-sebut sebagai LMS E-learning ini, memang dirancang secara khusus supaya lebih memudahkan para guru selama pembelajaran jarak jauh seperti ini. Tidak sebanding dengan kepopuleran namanya, kita masih akan begitu minim menemukan penjelasan mengenai Learning Management System. Maka dari itu mari mengenal lebih banyak mengenai Learning Management System berikut penjelasannya.

Memahami LMS (Learning Management System), Belajar Online Jadi Lebih Mudah


A. Pengertian Learning Management System

Secara umum, pengertian Learning Management System (LMS) adalah perangkat lunak yang dirancang untuk membuat, mendistribusikan, dan mengatur penyampaian konten pembelajaran. Sistem ini bisa membantu para guru untuk merencanakan dan membuat silabus, mengelola bahan pembelajaran, mengelola aktivitas belajar para siswa, mengelola nilai, merekapitulasi absensi para siswa, menampilkan transkrip nilai, dan mengelola tampilan e-learning. Karena berbasis aplikasi digital, selain memudahkan para guru dalam merencanakan proses belajar online, LMS juga memudahkan siswa untuk mengakses konten pembelajaran dari mana saja dan kapan saja. Dengan cara ini, proses pembelajaran pun akan lebih menyenangkan. Beberapa contoh LMS berlisensi yang dapat dicoba yakni Moodle, Dokeos, Atutor, Docebo, Claroline, Chamilo, dan OLAT.

B. Fitur-Fitur LMS yang Mendukung Proses Belajar Online

Aplikasi LMS berlisensi biasanya memiliki beberapa fitur-fitur unggulan, antara lain :

1. User Interface yang Mudah Digunakan

LMS yang bagus pasti akan menyajikan antarmuka (interface) yang menarik, mudah diakses, dan mudah dipahami oleh para penggunanya. Pengguna LMS tidak akan merasa kebingungan saat menggunakannya. Bagi penyedia LMS, fitur antarmuka yang menarik juga dapat menambah estetika laman web LMS sehingga bisa menarik banyak calon pengguna baru.

2. Pendaftaran Online

Fitur pendaftaran merupakan fitur yang wajib dimiliki sebuah LMS. Melalui fitur ini para siswa dapat mendaftarkan dirinya secara online melalui laman LMS dan dapat melihat silabus yang sudah dipersiapkan para guru. 
Fitur pendaftaran ini juga harus mudah digunakan karena berkaitan dengan pembayaran kursus melalui beberapa metode pembayaran yang tersedia. 



3. Kelas Maya

Sebagai sebuah media pembelajaran digital, LMS tentu memiliki fitur kelas maya. Apa yang dimaksud dengan kelas maya atau kelas online, adalah kelas yang menyajikan proses belajar-mengajar tanpa mengharuskan kontak fisik. Kelas online ini dapat menyajikan beragam materi pembelajaran digital, berupa video atau animasi pembelajaran, rekaman suara guru mengenai materi pembelajaran, dan dokumen materi pembelajaran (artikel atau buku elektronik) untuk dipelajari secara mandiri oleh para siswa. Selain itu, LMS yang bagus tentu harus memiliki fitur video conference yang dapat digunakan untuk para siswa belajar online tatap muka jarak jauh bersama guru mereka.

4. Kuis dan Ujian Online

Contoh LMS yang bagus juga menyediakan fitur kuis dan ujian online agar para guru dapat melakukan evaluasi belajar untuk para siswanya. Fitur ini harus mendukung kebutuhan Bapak dan Ibu Guru dalam membuat soal hingga melakukan pendistribusian soal ujian kepada para siswa.

5. Ruang Diskusi

Fitur ini sangat penting untuk mendukung perkembangan belajar para siswa. Melalui fitur ruang diskusi, para guru dapat melakukan sesi diskusi yang lebih mendalam mengenai materi pelajaran yang sudah dipelajari oleh para siswa. Ruang diskusi ini juga turut membantu komunikasi antara guru dan para siswa agar guru dapat mengukur sejauh mana pemahaman para siswa mengenai materi yang sudah diberikan.

6. Laporan

Penyedia LMS tentu menyematkan fitur laporan yang dapat memudahkan guru melacak perkembangan para siswanya. Fitur ini berguna juga untuk mengecek absensi para siswa, intensitas para siswa mengakses materi pembelajaran, monitoring pengerjaan tugas para siswa, dan melakukan rekap jawaban kuis dan ujian para siswa.



C. Kelebihan LMS

Berikut adalah rangkuman mengenai kelebihan pembelajaran yang dimiliki Learning Management System :
1. Biaya untuk menggunakan LMS lebih murah dibandingkan proses pembelajaran tatap muka.

2. Mempermudah guru untuk mengumpulkan dan menganalisis data hasil belajar siswa dengan waktu yang lebih singkat.

3. Mempermudah guru untuk mencari dan mengatur materi pembelajaran untuk siswa.

4. Waktu pembelajaran jadi lebih efisien karena pembelajaran online dapat diakses di mana saja dan kapan saja.

5. Metode pembelajaran LMS yang menggunakan beberapa teknologi informasi berupa gambar, suara, animasi, video, dan teks membuat materi pembelajaran lebih mudah dipahami dan tidak membosankan.

6. Mendorong siswa untuk melakukan pembelajaran mandiri.

7. Konten pembelajaran untuk siswa dapat terdokumentasi dengan baik.

8. Memudahkan interaksi antara guru dan murid dengan adanya fitur obrolan dan grup diskusi. 

9. Alternatif pembelajaran online selama pandemi COVID-19.

C. Kekurangan LMS

Media belajar online LMS ini juga memiliki kekurangan, antara lain:
Untuk mengakses LMS dibutuhkan koneksi internet yang stabil dan bagus. Jika tidak, proses pembelajaran melalui LMS pun akan terhambat.
Kurang bisa menerapkan interaksi secara real-time antara guru dan siswa. Misalnya, apabila ada siswa yang bertanya kepada gurunya hari ini, sementara guru tersebut baru online besok, maka jawaban dari guru tersebut baru bisa diterima siswa pada keesokan harinya.
Membutuhkan perangkat penunjang, seperti komputer, laptop, dan smartphone untuk bisa menggunakan LMS.

E. Langkah Pembuatan LMS (Learning Management System)

1. Instal Laragon dan Wordpress terlebih dahulu, di sini kami menggunakan Laragon untuk digunakan sebagai Web Server, untuk Laragon bisa di download disini , dan untuk Wordpress bis di download disini.

2. Pastikan kita telah mendownload aplikasi wordpress. Setelah itu aktifkan Laragon dengan langkah : 

• Pertama, buka Server Laragon yang telah tampil di Taskbar laptop 

• Klik Mulai Semua 

LMS (Learning Management System)

• Setelah itu akan otomatis tampil seperti gambar di bawah ini

LMS (Learning Management System)

• Klik tampilan setting/pengaturan 

LMS (Learning Management System)

• Secara otomatis setelah mengklik setting/pengaturan maka akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini

LMS (Learning Management System)

• Kemudian klik bagian www

LMS (Learning Management System)

• Ketika mengklik www akan muncul pilihan seperti di bawah ini dan kemudian pilih username yang kalian buat sebelumnya untuk nama server


LMS (Learning Management System)

3. Setelah mengklik nama server kemudian nanti akan masuk ke tampilan Dashboard server tersebut. Nah kegunaan Wordpress di sini adalah untuk perantara atau sebagai media untuk membuka Server atau Akun LMS.

4. Dengan dapat terbukanya Server atau Akun LMS artinya akun LMS sudah dapat dipakai dan diakses, kita tinggal memasukan atau upload bahan ajar atau materi.



Materi selengkapnya unduh disini



Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama